
setelah memaki-maki, dahinya berkerut
matanya menyala nyala
jantungnya berdegup tak menentu
dee, berlalu dari ruang oven bosnya, tanpa menengok kanan kiri dia melemparkan tubuhnya di kursi.
Seakan orang di sekelilingnya menyaksikan adegan yang sangat aneh
"Kenapa sih marah, dia nggak tahu apa, hidupku sudah susah."
"Kapan dia mulai bisa merasa bersyukur."
"Aku kasihan padanya."
"Apa dia berfikir, hidupnya akan lebih lama lagi dengan marah2."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar